Kebudayaan

Sejarah Ronggeng Gunung, Disukai Masyarakat hingga Lodaya

PANGANDARAN – Kesenian tarian ronggeng gunung selain disukai oleh masyarakat juga disukai oleh lodaya atau maung siliwangi, hal tersebut berdasarkan sejarah yang dialami oleh salah satu pelaku ronggeng gunung di tahun 1930.

Salah satu budayawan Pangandaran Aceng Hasyim mengatakan, kesenian ronggeng gunung pernah mengalami krisis regenerasi, hal tersebut terjadi lantaran sumpah salah satu penari ronggeng gunung bernama Indung Beunti yang berikrar agar anak cucu dan keturunannya jangan sampai ada yang menjadi penari ronggeng gunung. Continue reading

Angklung

Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional.