Festival Layang-Layang Internasional Pangandaran 2016

Festival Layang-Layang Internasional akan kembali diselenggarakan pada 15- 16 Juli 2016 di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Acara ini merupakan acara andalan Provinsi Jawa Barat dan paling ditunggu oleh masyarakat. Berbagai perlombaan yang akan dilaksanakan di antaranya merakit layangan jenis bapangan, lomba layangan malam, lomba tarik ulur, lomba melukis, lomba layangan tradisional, lomba stand terbaik, lomba fotografi dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, malam harinya juga diselenggarakan lomba layangan malam atau night kite yang berlangsung meriah. Nantinya peserta akan memasang lampu pada layangan milik mereka.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno, mendapat laporan bahwa peserta yang berpartisipasi tidak hanya dari dalam negeri, namun banyak juga dari luar negeri seperti Malaysia, Jepang, Thailand dan Swedia. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif festival layang-layang internasional ini. Agar peserta dari mancanegara banyak yang berpartisipasi maka promosi perlu digencarkan melalui media dan sosial media.

“Kreativitas bermain layang-layang itu cukup menarik buat siapa saja,” kata Arief Yahya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang serius dan fokus membantu pariwisata di daerah, termasuk Jawa Barat. Acara ini tahun lalu membuat catatan bagus karena mampu meningkatkan pendapatan daerah hingga 10 persen.

“Dengan kunjungan wisatawan yang meningkat setiap tahunnya berdampak pada peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Kabupaten Pangandaran sendiri. Untuk tahun ini, PAD wisata Pangandaran mencapai Rp 64 miliar meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya,” kata Ahmad Heryawan. Ia juga menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran agar dapat menyiapkan Pangandaran menjadi salah satu ikon Jawa Barat, atau bahkan menjadi destinasi wisata internasional.

“Kita berharap ada penataan yang win-win solution, penataan yang relatif memuaskan berbagai pihak termasuk wisatawan Nusantara dan mancanegara,” tambah Aher.

Sejumlah penataan pada sarana dan prasarana masih dibutuhkan, seperti infrastruktur dan transportasi menuju tempat tersebut. Selama ini, Pangandaran menjadi pusat perhatian Kementrian Pariwisata, namun tetap perlu pengaturan keberadaan Pedagang Kaki Lima yang ada di lahan parkir sehingga Pangandaran bisa menjadi tujuan wisata bertaraf internasional.

Sumber: http://pesona.indonesia.travel/events/detail/1490/festival-layang-layang-internasional-pangandaran-2016 

Posted on: Jul 15, 2016, by : mitra-sdm

Tinggalkan Balasan