PENGELOLAAN KOlEKSI MUSEUM

Pengelolaan koleksi adalah serangkaian kegiatan yang menyangkut berbagai aspek kegiatan, dimulai dari pengadaan koleksi, registrasi dan inventarisasi, perawatan, penelitian sampai koleksi tersebut disajikan di ruang pamer atau disimpan pada ruang penyimpanan. Bangsa Indonesia mempunyai latar sejarah yang sangat panjang, dimulai dari masa Prasejarah sampai dengan masa kolonial. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat kaya akan warisan budaya, terutama berupa benda bergerak dalam bentuk koleksi museum baik yang berada di museum-museum di Indonesia maupun yang masih tersebar di masyarakat. Koleksi yang dimiliki oleh museum-museum disajikan dalam rangka mencerdaskan bangsa, sabagai sarana edukasi dan informasi, disamping aspek rekreatif. Hal tersebut penting terutama dalam rangka memberikan gambaran tentang latar belakang perkembangan kebudayaan manusia masa lalu. Koleksi-koleksi yang berupa peninggalan sejarah dan purbakala tersebut mempunyai nilai penting dalam memperkokoh ketahanan budaya, memperkuat jatidiri bangsa serta kebanggaan nasional. Oleh karena itu, perlu dijaga kelestariannya agar dapat diteruskan kepada generasi mendatang.

benda cagar budaya yang berada di museum ini harus direncanakan dan dilaksanakan secara kontinu karena dapat memberi arti penting bila dilaksanakan secara rutin dan menyeluruh demi perawatan dan pelestarian benda budaya yang berada di sebuah museum. Proses konservasi dapat bermanfaat apabila pengelolanya menguasai tugasnya dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Di sisi lain konservasi dilakukan secara ilmiah dan diatur dengan sistem yang tetap dan teratur. Pelaksana memiliki kemampuan yang memadai dan memahami tugas konservasi. Hal ini, perlu dipahami bahwa benda cagar budaya yang berada di suatu museum banyak jumlahnya, beraneka ragam bentuk dan jenis bahannya serta memiliki karakter yang berbeda satu dan yang lain. Dengan demikian para petugas perawatan benda cagar budaya ini tidak sekedar hanya memiliki kemampuan teknis saja. Akan tetapi para petugas harus memiliki kemampuan merencana, menganalisa, mengendali, mengevaluasi dan membina hubungan diantara para petugas didalam melaksanakan konservasi. Oleh sebab itu konservasi benda cagar budaya, perlu mendapat perhatian dan prioritas dari pemerintah maupun dari fihak masyarakat terutama pencinta warisan budaya, sehingga konservasi dalam rangka perawatan dan pelestarian, dapat benar dilakukan secara profesional, optimal, efektif dan efisien, sehingga akan terjadi keseimbangan antara pemeliharaan dan pemanfaatannya.

Dewasa ini pengelolaan koleksi museum termasuk aspek perawatan maupun penyimpanannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan adanya kendala baik yang menyangkut kompetensi sumber daya manusia (SDM) maupun sarana dan prasarananya, termasuk bangunan museum sebagai tempat pengelolaannya. Hal ini akan mempercepat proses degradasi bahan yang digunakan koleksi tersebut serta mengancam terhadap kondisi keterawatan koleksi sehingga kondisi kelestarian koleksi juga kurang terjamin. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah selalu berusaha agar permasalahan-permasalahan yang dihadapi secara bertahap dapat diatasi dan diminimalisasi, termasuk dalam hal ini adalah pelatihan tentang konservasi koleksi. Harapan tersebut menuntut pemenuhan kualitas dan kompetensi SDM yang memadai dan lebih profesional. Selain menjadi ahli di bidangnya, SDM di bidang permuseuman juga diharapkan memiliki prakarsa yang berorientasi pada sasaran kerja yang produktif, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Metode Pembelajaran dan Materi
Metode pembelajaran dilakukan di dalam kelas berupa paparan, diskusi dan tanya jawab dan praktek. Adapun Materi yang akan disampaikan oleh Narasumber diupayakan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, antara lain meliputi; Kebijakan tentang Permuseuman dan Pengelolaan Koleksi , Pengadaan Koleksi, Penyimpanan Koleksi, Regestrasi dan inventarisasi Koleksi, Konservasi koleksi, praktek dan diskusi kelompok ( tentang Kebijakan , tentang Konservasi Museum, tentang Penyimpanan, tentang Pemanfaatan)

Peserta
Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengeolaan Koleksi Museum ini diikuti oleh 40 (empat puluh) orang peserta dari Museum Khusus dan Museum Umum yang berasal dari kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pembicara / Nara Sumber
Pembicara/Narasumber adalah mereka yang dipandang ahli dan berpengalaman dalam bidangnya, yaitu dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Museum Nasional Jakarta, Amida Jabar
Waktu dan Tempat Penyelenggaraan
Dilaksanakan selama 4 ( empat ) hari dari tanggal 15 sampai dengan 18 September bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa Jl Raya Jatinangor Km 20 Kabupaten Sumedang

Posted on: Sep 18, 2015, by : mitra-sdm

Tinggalkan Balasan